Laman

Selasa, 05 Januari 2010

Anak Autis Banyak Lahir dari Orangtua Berpendidikan Tinggi

California, Studi terkini menemukan anak autis banyak dilahirkan dari pasangan yang berpendidikan tinggi dan sudah tua. Peneliti menggunakan data sekitar 2,5 juta kelahiran di California selama 5 tahun.

Dan ternyata ditemukan sekelompok anak autis pada daerah dimana rata-rata penduduknya berpendidikan tinggi. Orang tua anak-anak autis tersebut ternyata kebanyakan berlatar belakang pendidikan lebih tinggi (di atas S1) dibanding orang tua di daerah yang tidak terdapat anak autis.

"Studi ini cocok dengan apa yang kami perkirakan sebelumnya, yaitu pasangan orang tua yang berpendidikan tinggi cenderung menghasilkan anak autis," ujar Karla Van Meter, epidemiolog dari Sonoma County Department of Public Health University of California seperti dilansir Healthday, Rabu (6/1/2010).

4 Tipe yang Tak Boleh Sembarangan Cabut Gigi


Jakarta, Saat sakit gigi terkadang orang baru ingin mencabut giginya agar terbebas dari rasa cenut-cenut. Tapi sebaiknya tidak sembarangan mencabut gigi, karena bisa jadi setelah cabut gigi timbul masalah baru terutama untuk 4 kelompok ini.

Gigi merupakan salah satu aset yang dimiliki oleh seseorang hingga akhir hayatnya. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin mencabut gigi.

"Jika giginya masih infeksi, maka gigi tidak boleh dicabut. Karenanya dokter akan memberikan perawatan terlebih dahulu untuk mengobati infeksinya, setelah infeksi hilang baru gigi bisa dicabut," ujar drg Arma Sastra Bahar PhD saat dihubungi detikHealth, Selasa (5/1/2010).

Senin, 04 Januari 2010

Menulis Ilmiah Populer

Bagaimana sih cara menulis artikel ilmiah populer?
Apa kiat untuk menembus media massa?
Pertanyaan semacam ini sering diajukan oleh seseorang yang berminat untuk memulai menulis di media massa. Tidak hanya seorang mahasiswa bahkan profesor atau dosen senior pun tidak jarang mengalami artikel yang dikirimnya ke media massa ditolak. Yang pertama karena analisisnya terlalu "dangkal", sementara untuk kasus kedua disebabkan karena bahasanya terlalu "ilmiah" sehingga sulit dipahami oleh masyarakat yang awam akan bidang tulisan tersebut.

Tulisan singkat ini diharapkan dapat menjadi "tuntunan" bagi Anda yang berminat untuk memulai beramal ilmiah lewat tulisan ilmiah populer. Tentu saja tuntunan ini tidak akan efektif tanpa disertai upaya yang keras untuk belajar dan memulainya sejak kini. Kiat hangat-hangat tahi ayam nampaknya tidak laku untuk "ketrampilan" ini. Saya tidak berpretensi mengatakan saya sudah "jagoan" menulis, karena saya pun sampai detik ini masih belajar. Kendati demikian, barangkali pengalaman saya ada manfaatnya. Konon kata orang, "Pengalaman adalah guru yang paling baik, namun uang sekolahnya mahal". Ibaratnya, saya tidak pernah belajar teknik berenang, namun telah mencoba agar tidak tenggelam.

Masalah Tidur Pada Anak

Banyak anak yang memiliki masalah dengan tidurnya, seperti sulit bernapas, sering terbangun saat tidur malam hari atau jalan sambil tidur. Tapi terkadang orangtua tidak menyadarinya. Ketahui apa saja tanda jika anak memiliki masalah dengan tidurnya.

Gangguan saat tidur ini biasanya lebih besar menyerang pada anak laki-laki atau anak yang sering tidur miring sehingga mengalami infeksi telinga ataupun alasan lainnya.

Anak laki-laki lebih rentan mengalami gangguan tidur karena cenderung lebih hiperaktif sehingga mempengaruhi kualitas tidurnya. Sedangkan pada balita yang sering terbangun di malam hari biasanya akibat menderita infeksi telinga. Pola tidur yang sering terbangun di malam hari ini akan terus berlanjut meskipun kondisinya sudah membaik. Diperkirakan kurang dari 10 persen anak-anak mengalami gangguan tidur.

Risiko Menunda Kehamilan

Beberapa pasangan suami istri terkadang suka menunda kehamilan demi mengejar karir atau alasan lainnya. Tapi peneliti dari Finlandia mengungkapkan perempuan yang menunda kehamilan hingga bertahun-tahun memiliki risiko melahirkan bayi yang tidak sehat.

"Perempuan yang menunda kehamilan atau membutuhkan waktu lama untuk hamil berisiko mengalami masalah selama kehamilan dan proses persalinannya, seperti mengalami diabetes saat hamil atau adanya infeksi pada selaput yang mengelilingi janin," ujar Dr Kaisa Raatikainen dari Kuopio University Hospital, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (31/12/2009).

Menulis, Begitu Sulitkah?


Bagi sebagian orang menulis merupakan salah satu aktivitas yang menyenangkan. Dengan menulis kita dapat menuangkan gagasan, ide maupun pemikiran; Mengekspresikan perasaan hati, sedih, gembira, suka, maupun duka; berbagi pengalaman hidup; Dan dengan menulis kita dapat melakukan banyak hal yang bermanfaat bagi orang lain.
Namun bagi sebagian lainnya, menulis bukanlah sebuah perkara mudah. Bahkan tidak jarang orang yang memiliki kemampuan berkomunikasi lisan sangat baik pun, mendapat kesulitan pada saat harus menuangkannya dalam bentuk tulisan. Padahal, dalam banyak hal, hampir tidak ada perbedaan nyata antara menulis dengan berbicara langsung. Jadi, mengapa bagi sebagian orang menulis itu begitu sulit, terasa menyiksa dan bahkan terkadang sangat menyebalkan?.
Ada banyak hambatan yang kita hadapi saat menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan.  Dan hambatan itu seringkali bersumber dari dalam diri kita sendiri; kurang percaya diri, ketakutan hasil tulisan yang tidak menarik, dan sebagainya. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi hambatan dan kendala pada saat menulis.

Kamis, 15 Mei 2008

Jadilah Kelompok Minoritas

Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal ada dua pandangan masyarakat dalam menilai hidup seseorang yaitu orang yang disebut sukses dan orang yang gagal. Meski kriteria sukses atau gagal mungkin akan berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain, namun tak bisa dipungkiri bahwa ada sekelompok kecil orang yang diakui oleh semua orang sebagai "manusia-manusia yang sukses". Manusia sukses ini jumlahnya amat sedikit jika dibandingkan dengan mereka yang disebut "manusia-manusia gagal". Jika dilihat dari suatu gambar piramida maka orang yang sukses adalah mereka yang berada pada bagian paling atas sekaligus merupakan bagian yang paling kecil. Oleh karena itulah mereka seringkali disebut kelompok minoritas.

Pertanyaan yang mungkin timbul kemudian adalah mengapa jumlah orang yang sukses sangat sedikit sementara orang-orang gagal bisa ditemukan dimanapun kita berada. Bahkan dapat dikatakan bahwa mayoritas penghuni planet bumi ini adalah orang-orang gagal atau orang-orang yang merasa dirinya gagal. Sebenarnya faktor apa saja yang membedakan karakteristik orang sukses dengan orang yang gagal atau kata lain apa sih rahasia manusia-manusia sukses?